Fastabiqul Khairat

AKU BANGGA JADI GENERASI PERDANA SMPIT HARAPAN BUNDA


Kawan, sebelum akhirnya aku terdampar di SMA 3 Semarang, aku belajar di sebuah SMP yang terpencil dan SANGAT TIDAK DIPERHITUNGKAN di kancah pendidikan lanjutan. Apalagi, angkatanku angkatan pertamanya. Bayangkan!
Memang sih aku udah niat masuk ke situ. Tapi jujur lama kelamaan aku ada sedikit rasa malu sekolah di sana. Ya mungkin karena kualitasnya yang belum terjamin. Ketar-ketir bingung nantinya lanjut ke SMA mana.
Begitu lulus dan 100% nggak tanggung-tanggung, aku mulai bangga lagi jadi angkatan pertama SMPku itu. Malah, alhamdulillah setelah akreditasi ternyata SMPku itu terakreditasi A :)

Tapi...
Masuk SMAGA dan ketemu banyak temen super nan jenius di sana bikin aku minder lagi buat ngakuin aku dari SMP nggak elit itu. Apalagi angkatanku yang keterima di SMAGA cuma 2 orang termasuk aku. Kenapa aku ngerasa gitu? Ya balik lagi. Karena ketemu banyak temen pilihan dari SMP-SMP elit nan berkualitas itu. Nggak ada alasan buat nggak minder kan?
Apalagi kalo aku ditanyain dari SMP mana. Begitu aku jawab, ekspresi mereka jelas bisa ditebak: bingung. Haha, jelas laaah.. Mana ada yang tau SMPIT Harapan Bunda sedangkan yang ada di hadapan mereka itu angkatan pertamanya?

Tapi...
Kali ini aku kembali merasa BANGGA pernah duduk di bangku sekolah yang sama sekali tidak terkenal itu.

Kawan, pernah nggak kalian diperhatikan sebegitunya sama guru kalian? Pernah nggak kalian ngerasa kalo guru kalian sayang sama kalian? Pernah nggak kalian ngerasa begitu dekat sama guru kalian? Pernah nggak?
Bukan bermaksud apa-apa, tapi itulah yang guru-guru kami (baca: pengajar SMPIT Harapan Bunda) berikan ke kami. Mereka selalu menyapa kami dengan senyum lebar-tulus mereka, mereka selalu sabar mendengar ocehan-keluhan kami, mereka terlalu baik pada kami. Dan itu nggak cuma satu dua orang, tapi SEMUANYA.
Dan lagi, ketulusan mereka itu nggak selesai gitu aja. Apa mereka "meninggalkan" kami ketika kami lulus dan melanjutkan pendidikan kami? Haha, ENGGA!
Mereka selalu memantau perkembangan kami. Khususnya buat yang terdampar di sekolah umum kayak aku. Mereka berusaha buat jaga kami.

Kayak hari ini...
Tiba-tiba guruku datang ke rumah. Sekedar silaturahmi dan tanya kabar (mantan) muridnya. Sekedar tanya, "Kok nggak pernah silaturahmi lagi ke SMP?"
Dan beliau mengingatkan aku lagi tentang memori-memori di SMP. Tentang apa yang mereka ajarkan di sana. Tentang motivasi yang mereka berikan di sana.
Tanya beliau, "Inget apa yang Ustadz sering bilang waktu di kelas?"
Aku, "Eh? Apa ya Us?"
Beliau, "Apa yang membedakan Fitri sama orang-orang lain? Apa yang membedakan seseorang dengan orang yang lainnya? Coba, kalo kita expert di matematika terus berada di lingkungan baru yang ternyata isinya experter-experter matematika juga? Merasa minder? Merasa nggak percaya diri? Nah, itu kan biasa to? Tapi ada yang lain. Sesuatu yang di mata Allah akan membedakan seseorang dengan yang lainnya. Inget apa sesuatu itu?"
Aku cuma bengong dan berpikir keras nyoba nginget-inget apa yang pernah beliau bilang sama kami semua. Hasilnya NIHIL. Aku nggak inget apa-apa.
Beliau ngelanjutin, "Yang membedakan seseorang dengan orang lainnya itu FASTABIQUL KHAIRAT. Berlomba-lomba dalam kebaikan. Jadi orang baik. Coba deh, ketika kita semua dikumpulkan di suatu tempat terus Allah melihat kita semua, pasti Allah memandang kita semua biasa saja. Tapi begitu ada cahaya dari salah seorangnya, itu akan menarik perhatian kan? Nah, itulah orang yang selalu berfastabiqul khairat, yang selalu berlomba-lomba dalam kebaikan."
Aku speechless. Ya aku baru inget kalo beliau sering bilang itu sama aku dan temen-temen. Sering ngingetin buat fastabiqul khairat.
Kawan, sering ya fastabiqul khairat itu terlupakan? Soalnya yang kita kejar itu dunia jadinya seolah-olah fastabiqul khairat tersingkir dengan sendirinya.
Satu hal lagi yang beliau bilang, "Hakikat belajar itu bukan pada hasilnya, tapi pada kerja kerasnya. Kalo kita sudah bekerja keras buat dapet nilai baik tapi ternyata nilainya belum bagus juga, yasudah berarti itu memang rejeki kita."

Jadi Kawan, FASTABIQUL KHAIRAT yoook :D

Comments

  1. waktu baru masuk smaga, jujur aku agak nyesel lho. sekolah negeri kurang enak. enakan swasta.

    ReplyDelete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Rahasia Lain Istana Langit

Teori Pertemanan, Persahabatan