First Love?

Aku termasuk orang yang gampang kagum, gampang suka, gampang tertarik sama makhluk yang berjenis COWOK. Meskipun gitu, aku bukan orang yang gampang jatuh cinta.

Aku pernah jatuh cinta. Bisa dibilang, itu pertama kalinya. Sama temen SMP ku. Sebut saja Z.
Dari SD aku sama dia emang udah temenan. Kita sekelas selama 6 tahun! Haha..
Sampe SMP, kita sekolah di sekolah yang sama. Sekelas (lagi) pula! *perlu diperjelas bahwa memang sejak SD sampe SMP, cuma ada satu kelas per angkatan*
Awalnya aku sama sekali nggak ada rasa sama dia. Aku anggap dia temen cowok biasa. Kayak yang lain-lain. Ya mungkin aku cuma sedikit tertarik sama dia karena aku anggep dia sedikit lebih keren daripada temen-temen cowokku yang lain.
Sampe suatu hari, tiba-tiba aku sama Z jadi deket. Kita jadi sering smsan. Tapi ya itu, aku sama sekali nggak ada rasa apapun ke dia. Aku cuma naikin statusnya dari temen biasa jadi temen deket.
Nah, suatu hari yang lain, sahabatku (sebut dia Y) curhat ke aku;

Y: Aku lagi suka sama seseorang. Dia temen kita. Dia deket juga sama kita.
Aku: Oya? Siapa hayooo... (waktu itu aku nggak pernah kepikiran Y suka sama Z)
Y: Si Z.
Aku: (diem, nggak bisa ngomong apa-apa)
Y: Kok diem aja?
Aku: (semakin speechless)

Dari percakapan itu, aku mulai ngerasa nggak enak. Aku yang tadinya nggak ada rasa sama Z, pas dicurhatin ada yang suka sama dia, tiba-tiba ngerasa 'panas'. Nggak tau. Mungkin aku jeles.
Pelan-pelan aku sadar. Mungkin emang aku lagi jatuh cinta sama Z. Dan aku nggak pernah tau kapan hatiku bilang aku udah 'dewasa'.

Sejak dicurhatin tentang Z, si Y jadi sering curhat sama aku. Topiknya ya sama. Z lagi, Z lagi. Lama-lama aku jengah. Capek dengerin ada orang ngomongin perasaannya ke orang yang kita suka (juga). Akhirnya, yang dulu sering taktanggepin dengan berbagai ecean, jadi nggak taktanggepin lagi.
Mungkin Y sadar kalo aku juga suka sama orang yang dia suka, karena

Y: Aku mau tanya sesuatu. Tapi tolong kamu jawab yang jujur.
Aku: Haha.. Tanya apa sih? Tanya aja.. (aku nggak kepikiran juga dia mau nanya hal sensitif)
Y: Kamu suka kan sama Z?
Aku: (speechless)
Y: Haha jujur aja. Iya kan?
Aku: (bohong) Engga ko.. Kamu ada ada aja..

Dan setelah itu, hubunganku sama sahabatku Y jadi sedikit renggang. Kita jadi jarang ngobrol di sekolah (dia lebih suka kumpul sama yang lain -padahal aku sama Y sebangku-). Lama-lama, Y juga mulai pindah tempat duduk. Intinya, persahabatanku sama Y kayak di ambang kehancuran gitu deh bahasa lebaynya.
Terus aku pikir-pikir lagi. Yauda deh, mungkin emang aku sama Y butuh sedikit privasi. Butuh sedikit jauhan dulu. Pasti ada hikmahnya hmm..

Waktu-waktu itu aku tetap smsan sama Z, meskipun di sekolah ngobrol aja jarang banget. Tapi sekalipun aku nggak pernah nyinggung tentang Y. Termasuk tentang masalahku sama Y. Aku sama Z tetep smsan gapenting biasa.
Ada satu hal yang bikin aku sadar aku udah bener-bener jatuh cinta sama Z (sekaligus satu hal yang bikin aku mati rasa sama dia). Waktu Z akhirnya mau terbuka sama aku tentang orang yang disukainya selama ini. Tentang kisah cintanya. Dan itu bikin aku harap-harap cemas gajelas.
Suatu tengah malam, Z telepon aku. Kebetulan aku emang belum tidur.

Z: Aku lagi suka sama seseorang.
Aku: Oya? Sama siapa?
Z: Kamu kenal orangnya ko.. Dia deket sama kamu.
Aku: (deg deg serr khawatir)
Z: Si Y.
Aku: (nyesek, sakit, bingung)
Z: Halo?
Aku: Oya? Wow.. Terus?
Z: Aku sempet nembak dia. Kita sempet jadian. Tapi terus... *aku nggak fokus lagi sama ceritanya*

Kayak ditampar. Aku jatuh cinta, diam-diam. Dan aku harus ngadepin kenyataan nggak enak ini. Hhh..
Habis itu aku mati rasa. Bener-bener mati rasa.
Sejak saat itu aku nggak pengen lagi jatuh cinta. Aku menutup hatiku buat entah sampe kapan.

p.s. Meskipun aku nggak ada rasa lagi sama Z, aku masih berkomunikasi dengan baik sama dia; murni sebagai sahabat :)
Dan meskipun aku sama Y sempat renggang, sekarang kita baik-baik aja (banget) :)

Comments

Popular posts from this blog

Rahasia Lain Istana Langit

Teori Pertemanan, Persahabatan